Sistempendidikan Australia berstandar tertinggi dan menikmati pengakuan internasional. Sekolah adalah wajib di seluruh Australia, yang memberikan sumbangsih pada tingkat melek huruf 99 persen. Sekolah-sekolah di Australia mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri para pelajar. A Potret system pemerintahan. Australia adalah sebuah Negara industri yang demokratis dan system pendidikannya banyak kesamaanya dengan system pendidikan khususnya Negara-negara persemakmuran. Kedatangan manusia pertama kali di benua ini terjadi setidak-tidakya 40.000 tahun yang lalu melalui proses migrasi dari asia. Sepertiyang telah kita ketahui bahwa setiap negara tentunya mempunyai kebijakan masing-masing dalam sistem pendidikan yang dianutnya. Begitu pula dengan Australia dan Indonesia. Ternyata banyak perbandingan antara sistem pendidikan di Australia dan Indonesia, selain dari jenjang pendidikan tentunya. Mau tahu apa saja perbandingan sistem . BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Australia adalah satu-satunya benua di dunia yang hanya terdiri dari satu buah negara, yang juga disebut dengan Australia. Pendidikan di Australia juga sangat bagus. Di tempat ini, Australia memiliki kualitas pendidikan yang tinggi, dan bahkan gelar atau ijazahnya pun diakui secara internasional. Selain itu, biaya pendidikan di Australia tergolong murah dan terjangkau bila dibandingkan dengan Inggris atau Amerika, bahkan pemerintah memberikan ijin bagi mahasiswa yang berasal dari luar Australia untuk bekerja baik fulltime maupun partime untuk memenuhi biaya pendidikan mereka. Australia juga menawarkan program studi yang sangat bervariasi, baik jurusan maupun jenjangnya. Hal ini mempermudah siswa dalam mencari sekolah yang sesuai dengan keinginannya. Pendidikan adalah kunci keberhasilan sebuah negara, bahkan kemajuan sebuah negara salah satunya tergantung dengan bagaimana pemerintahan sebuah negara memuliakan pendidikan dan pemerataannya, karena pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara. Setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat tanpa memandang gender, status sosial, statusekonomi, suku, etnis dan agama. Untuk memenuhi tujuan-tujuan pendidikan diatas, dan sebagai tolak ukur mutu dan keberhasilan di negara kita, kita dapat melakukan perbandingan sistem pendidikan negara lain, dalam hal ini salah satu negara yang dapat kita perbandingkan sistem pendidikannya dengan negara Indonesia adalah negara Australia. Dengan begitu banyaknya kelebihan Australia di bidang pendidikan, maka ada baiknya Indonesia sedikit berkaca dari sistem pendidikan di Australia itu sendiri. Untuk megetahui informasi tentang sistem pendidikan negara Australia dengan berbagai cara, dan salah satunya melalui makalah yang sangat sederhana ini, dalam makalah ini dipaparkan sedikit tentang sistem pendidikan Australia dan dapat kita pahami sebagai bahan untuk sedikit memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Rumusan Masalah Sejalan dengan latar belakang masalah diatas, penulis menuliskan rumusan masalah sebagai berikut Bagaimana sistem pendidikan di Australia?Bagaimana pengembangan kurikulum di Australia?Bagaimana standart pendidikan di Australia?Bagaimana perbandingan kurikulum di Australia dengan di Indonesia?Tujuan Penulisan Sejalan dengan rumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui Untuk mengetahui sistem pendidikan di mengetahui pengembagan kurikulum di mengetahui standart pendidikan di mengetahui perbandingan kurikulum di Australia dengan di Indonesia. BAB II PEMBAHASAN Sistem Pendidikan AustraliaSistem Pendidikan Di Australia Secara Umum Pemerintah Negara Bagian dan Teritori Australia memegang peranan penting dalam hal manajemen dan administrasi pendidikan sektor sekolah. Setiap Negara Bagian dan Teritori mempunyai hukum dan peraturan-peraturan terkait mengenai kurikulum, akreditasi program studi, ujian bagi siswa dan penghargaan bagi siswa. Pemerintah Australia memegang peranan kepemimpinan secara nasional dan bekerjasama dengan Pemerintah Negara-negara Bagian dan Teritori serta pihak-pihak industri dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan keefektipan sekolah. Pemerintah Australia juga menyediakan subsidi yang cukup penting bagi sekolah-sekolah pemerintah maupun swasta. Di Australia, tahun ajaran adalah dari akhir bulan Januari, atau awal bulan Februari, sampai dengan awal bulan Desember. Kebanyakan Negara Bagian dan Teritori menggunakan sistem tahun ajaran yang mencakup empat triwulan. Tasmania mempunyai sistem tahun ajaran yang terdiri dari tiga kuartalan. Terdapat dua kategori besar sekolah-sekolah Australia. Sekolah-sekolah Negeri beroperasi di bawah tanggung jawab langsung dari Pemerintah Negara Bagian atau Teritori. Sekolah-sekolah Negeri menerima pendanaan inti dari Pemerintah Negara Bagian atau Teritori dan pendanaan tambahan dari Pemerintah Federal. Sekolah-sekolah selain sekolah negeri menerima pendanaan tambahan dari Pemerintah Federal dan Pemerintah Negara Bagian/Teritori, dan suatu proporsi pendanaan yang besar dari sumbangan swasta dan biaya-biaya sekolah. Sekolah-sekolah selain dari Sekolah Negeri umumnya mempunyai afiliasi agama atau gaya pengajaran yang khusus dan di Australia sejumlah besar sekolah-sekolah selain Sekolah Negeri adalah sekolah Katolik. Sekolah-sekolah di Australia boleh hanya untuk laki-laki, hanya untuk perempuan atau untuk keduanya laki-laki dan perempuan co-educational. Terdapat 8 Bidang Pembelajaran Yang Penting yang merupakan fokus pengajaran di semua sekolah Australia. Bidang-bidang tersebut memberikan kepada para pelajar suatu pendidikan yang utuh dan keterampilan bermasyarakat sosialisasi. Semua sekolah yang menerima pelajar Internasional akan mengajar sesuai dengan 8 Bidang Pembelajaran Yang Penting itu, seperti SeniBahasa InggrisPendidikan Kesehatan dan JasmaniBahasa selain Bahasa InggrisMatematikaIlmu PengetahuanKajian Penduduk dan LingkunganTeknologi Selain dari 8 Bidang Pembelajaran yang Penting tersebut, para pelajar dapat memilih dari sederajat luas mata pelajaran pilihan, yang memastikan keanekaragaan di pendidikan Australia. Contoh-contoh termasuk memakai komputer, perniagaan, undang-undang hukum, pertanian, psikologi, drama, desain grafis, penerbangan dan masih banyak lagi. Jenjang Pendidikan di Australia Pada dasarnya jenjang pendidikan di Australia dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan, yaitu Sekolah Dasar Primary School Waktu yang diperlukan untuk menyelesikan pendidikan dasar adalah 6 – 7 tahun. Pada umumnya siswa memasuki pendidikan dasar pada umur 6 atau 7 tahun. Berbeda dengan di Indonesia dimana siswa diharuskan menempuh ulangan-ulangan dan ulangan umum untuk dapat naik ke kelas berikutnya, siswa di sekolah dasar di Australia tidak mengenal ulangan. Mereka secara otomatis naik ke kelas berikutnya sejalan dengan pergantian tahun. Tahun pertama di sekolah dasar Australia disebut Year 1dan seterusnya hingga Year 6. Ada Negara Bagian Australia yang menetapkan lama pendidikan dasar adalah 6 tahun New South Wales NSW, Victoria Vic, Tasmania Tas, dan Australian Capital Territory ACT. Tetapi ada juga yang menetapkan lama pendidikan dasarnya adalah 7 tahun South Australia SA, Northern Territory NT, Queensland Qld, dan Western Australia WA Sekolah Menengah Secondary or High School Pendidikan menengah atau dikenal sebagai Secondary Education di Australia memerlukan waktu antara 5 sampai 6 tahun. Tahun pertama di pendidikan menengah disebut Year 7 dan seterusnya hingga Year 11. Jenjang pendidikan menengah berakhir pada Year 11. Untuk negara bagian yang menerapkan pendidikan dasarnya selama 7 tahun, maka pendidikan menengahnya memerlukan waktu selama 5 tahun saja yaitu di negara bagian SA, NT, Qld, dan WA. Setelah tahun ke 11 ini, siswa dapat memilih ke arah mana jenjang pendidikan yang ia ingin tempuh. Jika seorang siswa berminat dalam bidang-bidang ilmu yang aplikatif, maka ia dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang khusus disiapkan untuk itu. Lembaga pendidikan ini dikenal sebagai Vocational Education and Training VETatau Colleges for Technical and Further Educaton TAFE. Lulusan dari TAFE pada umumnya akan menjadi tenaga teknisi. Jika siswa tersebut berminat ke bidang-bidang ilmu yang lebih bersifat teoritis. maka ia akan memasuki perguruan tinggi universitas. Untuk dapat memasuki universitas, seorang siswa Australia harus menempuh Year 12 yang dikenal juga sebagai Matriculation Year. Dalam tahun terakhir dari pendidikan menengah ini, para siswa digembleng dengan intensif agar dapat lulus ujian negara dengan nilai yang tinggi nilai yang diperoleh, makin mudah siswa tersebut memilih perguruan tinggi yang ia sukai. Seperti halnya di berbagai negara, paspor untuk dapat diterima di universitas favorit adalah nilai ujian Matriculation yang setinggi mungkin. Pendidikan Tinggi Universitas Pendidikan tinggi di Australia dapat di bagi menjadi dua jenjang, yakni jenjang sarjana dikenal sebagai undergraduate level dan jenjang pascasarjana dikenal sebagai postgraduate level untuk memperoleh gelar Masters atau PhD. Jenjang sarjana dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan memperoleh gelar Bachelor, yakni Bachelor of Arts BA atau Bachelor of Science Bsc tergantung pada bidang ilmu yang ditempuh oleh mahasiswa/i tersebut. Jika mahasiswa/i tersebut berminat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi ke jenjang pascasarjana, maka ia perlu belajar lagi selama 1 satu tahun. Jenjang ini dikenal sebagai Honours Level, dan gelar yang diperolehnya akan menjadi BA Hons atau Bsc Hons sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya. Tingkat kelulusan di jenjang Honours ini sangat menentukan bagi kelanjutan pendidikan sang mahasiswa di jenjang pascasarjana. Banyak universitas di Australia menerima mahasiswa/i untuk program S3 Doktor langsung dari jenjang Honours, jika ia mendapatkan Honours peringkat I atau II-A. Tetapi jika mahasiswa/i tersebut mendapat peringkat II-B, ia diharuskan menempuh jenjang S2 Masters terlebih dahulu. Sekarang, universitas di Australia cenderung menganjurkan para mahasiswa/i pascasarjana untuk menempuh jenjang S2 terlebih dahulu sebelum menempuh jenjang S3. Jika kemajuan yang dicapai oleh sang mahasiswa/i tersebut sangat baik pada tahap-tahap akhir di jenjang S2, maka ia diperkenankan untuk mengalihkan programnya ke jenjang S3. Bagi mahasiswa yang mendapat peringkat Honours III, ia tidak diperkenankan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Lama pendidikan untuk jenjang S2 adalah 1 sampai tahun, sedangkan untuk jenjang S3 diperlukan waktu 3 sampai tahun. Pendidikan tingkat S2 dapat dilakukan melalui tiga metoda, yaitu dengan mengikuti perkuliahan saja dikenal sebagai Masters by Coursework yang memerlukan waktu antara 12 – 18 bulan; atau melalui penelitian Masters by Research yang memerlukan waktu antara – tahun; atau kombinasi dari keduanya Masters by Coursework & Research yang memerlukan waktu sekitar 2 tahun. Sering calon mahasiswa/i pasca dari negara lain yang tidak mengenal sistem pendidikan di Australia agak bingung jika ditanya dengan cara apa ia akan menempuh jenjang S2nya. Jika calon mahasiswa/i S2 tersebut di kemudian hari bermaksud untuk mengambil program S3, maka sang calon sangat dianjurkan untukmengambil program Masters by Research atau Masters by Coursework and Research. Perguruan tinggi di Australia tidak mau menerima mahasiswa program S3 jika orang tersebut memperoleh Masters by Coursework. Dasar pertimbangannya adalah karena semuaprogram S3 di Australia ditempuh melalui penelitian by Research. Sistem ini berbeda dengan sistem pendidikan di Amerika Serikat misalnya, dimana sebagian dari program S3 di Amerika harus mengikuti perkuliahan. Pengembangan Kurikulum di AustraliaKurikulum Di Australia Pengembangan Kurikulum Australia dipandu oleh Melbourne Declaration on Educational Goals for Young Australians, diadopsi oleh dewan menteri pendidikan Negara bagian dan teritori pada Desember 2008. Deklarasi Melbourne tersebut menekankan pada pentingnya pengetahuan, pemahaman dan keterampilan bidang pelajaran, kemampuan umum, dan prioritas lintas-kurikulum sebagai dasar untuk kurikulum yang dirancang untuk mendukung pembelajaran abad 21. Kurikulum Australia berisi tentang hak untuk mendapatkan bagi setiap siswa Australia. Hal-hal yang terkait meliputi hal-hal dasar untuk mencapai sukses, belajar seumur hidup, dan partisipasi dalam masyarakat Australia. Hal ini berarti bahwa kebutuhan dan kepentingan siswa akan bervariasi, sehingga sekolah dan guru akan merencanakan kurikulum berdasarkan kebutuhan dan kepentingan tersebut. Kurikulum Australia juga mengakui perubahan cara di mana siswa akan belajar dan ada berbagi tantangan-tantangan yang akan terus membentuk pembelajaran mereka di masa yang akan depan. Kurikulum Australia pun akan dikembangkan untuk semua area pembelajaran dan mata pelajaran yang ditetapkan dalam Melbourne Declaration awalnya untuk bahasa Inggris, matematika, IPA/sains dan sejarah, dilanjutkan dengan geografi, bahasa, seni, ekonomi, bisnis, dan kewarganegaraan, Pendidikan kesehatan dan olahraga, serta teknologi informasi dan komunikasi. Kurikulum Australia menetapkan apa yang harus dipelajari oleh siswa melalui spesifikasi isi kurikulum dan pembelajaran yang diharapkan pada nilai sekolah mereka melalui spesifikasi standar prestasi the specification of achievement standards. Kurikulum dan Metodelogi Pengajaran Kurikulum Australia menjelaskan apa yang harus dipelajari oleh setiap siswa Australia sehubungan dengan bidang ajaran, kemampuan umum dan prioritas antar kurikulum. Unsur utama dari kurikulum adalah dskripsi dari isi dan standar prestasi yang diatur menurut bidang ajaran. Deskripsi ini menjelaskan apa yang diharapkan akan diajarkan oleh guru. Standar prestasi merinci kualitas pembelajaran yang diharapkan dari siswa dalam suatu tahap dalam pendidikan mereka. Kurikulum Australia memberikan contoh-contoh yang menggambarkan setiap deskripsi isi yang disebut uraian. Contoh pekerjaan siswa menggambarkan standar prestasi. Pada negara Australia, pedoman kurikulum dibuat terpusat tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir; detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian eksternal. Territory, sekolah relatif memiliki otonomi yang lebih luas dan dapat mengembangkan kurikulumnya dasar tujuan umum yang ditentukan di tingkat sekolah. Di pusat, penyusunan pedoman kurikulum serta objektif kurikulum secara umum bisa menjadi tanggung jawab seksi kurikulum dalam departemen pendidikan. Pusat Pengembangan Kurikulum dibentuk oleh pemerintah Commonwealth dalam tahun 1975 untuk membantu mengkoordinasi dan mendimensikannya, serta menyiapkan materi kurikulum. Buku-buku pelajaran dan ujian disiapkan oleh berbagai badan termasuk Seksi Kurikulum, Departemen Pendidikan, Dewan Penelitian dan sebagainya. Tanggung jawab tentang metodologi pengajaran pada prinnsipnya terletak pada masing-masing guru dan sekolah tetapi di Australia pada umumnya satu guru mengajar satu mata pelajaran dan untuk kelas yang berbeda umur diajar oleh dari satu guru atau team teaching. Pada umumnya format pengajaran pada pendidikan dasar ialah seorang guru memegang satu kelas, tetapi ada kecenderungan terjadinya variasi pengelompokan kelas. Sama halnya disekolah menengah, hampir semua siswa tetap berada dalam kelompok-kelompok umur yang bersamaan, dan mereka diajar oleh guru-guru bidang studi, dan ada pula kecenderungan untuk pengelompokkan siswa tidak berdasarkan kesamaan umur tetapi beda umur, diajarkan oleh tim guru, dan siswa dikelompokkan dalam format-format kecil. Masalah kurikulum yang krusial dalam sistem pendidikan Australia terletak terutama pada isi kurikulum, yaitu menentukan isi kurikulum yang cocok untuk masyarakat. Hal ini timbul disebabkan oleh perubahan yang terjadi dalam masyarakat Australia dan komposisi penduduk. Lebih sulit memperoleh kesepatan tentang isi kurikulum saat ini dibandingan dengan masa sebelumnya karena masyarakat Australia yang semakin pluralistik dan sekaligus multikultural. Kurikulum Framework di Australia disusun dalam rangka menyongsong dengan semboyan “Educating Our Children to Succed in the 21th Century”. Pengembangan kurikulum di Australia telah melibatkan semua stakeholder pendidikan. Ada beberapa hal yang menarik dalam Curriculum Framework Pertama, ada 8 kondisi yang melatar belakangi pengembangan kurikulum di Australia, yaitu Keragaman BudayaPerubahan struktur keluargaLangkah cepat perubahan teknologiisu lingkungan globalMengubah sifat kondisi socialPerubahan di tempat kerjaKetergantungan ekonomi globalStandar Ketidakpastian hidup. Kedua, ada lima karakteristik nilai value yang akan dibangun melalui kurikulum tersebut, yaitu Mengejar pengetahuan dan komitmen untuk pencapaian potensiPenerimaan diri dan rasa hormat diriMenghormati dan kepedulian terhadap orang lain dan hak-hak merekaSosial dan tanggung jawab sipilTanggung jawab lingkungan. Curriculum Framework tidak menggunakan istilah “berbasis kompetensi” atau “competency-based”, namun menggunakan istilah “student outcomes statement” atau dikenal dengan overarching statement learning outcomes”, yang rumusannya pada hakikatnya sama dengan rumusan kompetensi. Ada 13 student outcomes statement yang akan dicapai melalui delapan mata pelajaran secara sinergis dengan menggunakan konsep “liks across the curriculum”, yaitu Siswa menggunakan bahasa untuk memahami, mengembangkan dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi dan berinteraksi dengan orang menjelaskan dan alasan tentang pola, struktur dan hubungan untuk memahami, menafsirkan, membenarkan dan membuat memvisualisasikan konsekuensi, berpikir lateral, mengenali peluang dan potensi dan siap untuk menguji memahami dan menghargai wordl fisik, biologi dan teknologi dan memiliki pengetahuan dan keterampilan dan nilai-nilai untuk membuat keputusan dalam kaitannya dengan memahami, konteks geografis dan historis budaya dan memiliki pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang diperlukan untuk partisipasi aktif inlife di berinteraksi dengan orang lain dan budaya lain selain mereka sendiri dan dilengkapi untuk berkontribusi pada komunitas berpartisipasi pada kegiatan kreatif mereka sendiri dan memahami dan terlibat dengan seni, budaya dan intelektual karya orang Siswa dan menerapkan practies yang mendorong pertumbuhan pribadi dan motivasi diri dan percaya diri dalam pendekatan mereka untuk belajar dan mampu bekerja secara individu dan mengakui bahwa everyyone memiliki hak untuk vald jatuh dan aman dan dalam hal ini, memahami hak dan kewajiban mereka dan berperilaku bertanggung jawab. Pengembangan Kurikulum Australia melambangkan komitmen semua negara bagian dari teritori Australia untuk bekerja sama mengembangkan kurikulum kelas dunia bagi semua pemuda-pemudi Australia. Kurikulum Australia akan memberi penjelasan pada orangtua, guru dan siswa apa yang seharusnya dipelajari para pemuda-pemudi dan kualitas pembelajaran apa yang diharapkan mereka, dimanapun mereka bersekolah di Australia. Standar Kurikulum di AustraliaStandar isi Suatu kecenderungan pada semua sistem sekolah negeri di Australia semenjak awal 1970-an adalah pendelegasian tanggung jawab kurikulum kepada sekolah-sekolah. Pada beberapa Negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat, tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pada Negara bagian yang lain, pejabat-pejabat di pusat menyusun tujuan umum dan sekolah menjabarkannya ke dalam bentuk kurikulum yang rinci, tetapi tetap berada dalam kerangka tujuan umum yang telah ditetapkan. Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir. Detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian eksternal. Pada kedua territories, the Australian Capital Teritori ACT dan Northern Teritory, sekolah relative memiliki otonomi yang lebih luas dan dapat mengembangkan kurikulumnya atas dasar tujuan umum yang telah ditentukan di tingkat sekolah. Terdapat variasi dalam hal tanggung jawab pengembangan kurikulum di setiap Negara bagian, maka terdapat pula perbedaan dalam pengimplementasiannya. Dalam hal kurikulum disusun berdasarkan pedoman dan materi pelajaran dari pusat, pejabat-pejabat senior dari pusat secara teratur mengunjungi sekolah-sekolah antara lain untuk memonitor pelaksanaan kurikulum. Standart Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Hampir semua guru prasekolah dan pendidikan dasar serta kebanyakan guru-guru sekolah menengah dididik pada CAE Colleges of Advanced Education. Sejumlah guru-guru sekolah menengah, dan beberapa orang guru pendidikan dasar mendapatkan pendidikan di universitas. Semua sistem sekolah memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dalam jabatan inservice education, termasuk peningkatan kualifikasi atau ijazah dengan menyelesaikan kuliah-kuliah yang disetujui terlebih dahulu. Guru di Australia dibekali ilmu dan materi. Lisensi mengajarnya di dapat dari kementerian pendidikan disana. Guru-guru yang ada, dari guru Kinder Garden TK sampai guru senior high school SMA memiliki kemauan yang tinggi untuk selalu mengembangkan diri. Hal itu juga berlaku bagi guru-guru yang ada di daerah-daerah pedalaman atau daerah pinggiran. Standar Model Pembelajaran di Australia Model pembelejaran di Australia menerapkan sistem pembelajaran inovatif. Pusat pembelajaran adalah siswa dan guru hanya berperan sebagai fasilitator. Guru melayani kebutuhan siswanya dalam hal belajar. Dalam pembelajarannya, guru menggunakan metode hermenitika yaitu metode menerjemahkan dan diterjemahkan mengerti dan dimengerti. Guru menerjemahkan siswa sedangkan siswa menerjemahkan matematika. Inisiatif, kemandirian, daya, dan upaya dari guru dan siswa merupakan faktor penting yang harus ada dalam pembelajaran matematika. Faktor-faktor tersebut merupakan bekal bagi siswa agar siswa menjadi manusia yang mandiri, dapat melakukan penjelajahan, dan dapat menjadi nara sumber. Matematika anak kecil berbeda dengan matematika murni. Matematika murni berada di dalam pikiran sedangkan matematika anak kecil berada di luar pikiran. Seorang guru matematika hendaknya berpedoman pada skema matematika realistik ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran. Matematika realistik terdiri dari empat tahapan yaitu matematika konkret, model konkret, model formal, dan matematika formal. Dalam pembelajaran matematika siswa Sekolah Dasar, penggunaan matematika konkret dan model konkret sebaiknya diperbanyak. Siswa sebaiknya disuruh berinteraksi dengan lingkungan karena dalam mengolah pikiran siswa harus dimulai dari dunia nyata. Pembelajaran matematika yang disertai persiapan dapat menjadi hiburan yang menyenangkan bagi siswa. Persiapan guru dalam pembelajaran matematika salah satunya adalah dengan cara menganalisis kurikulum yang pada akhirnya menghasilkan RPP. RPP sebaiknya disusun secara sistematis agar mudah dalam pelaksanaannya. Selain itu, guru sebaiknya mampu mengembangkan media atau alat bantu pembelajaran, misalnya alat peraga dan LKS. Alat peraga diperlukan agar siswa dapat melihat secara langsung wujud konkret dari suatu benda sedangkan LKS diperlukan agar siswa dapat mengembangkan pola pikir dan terbiasa memecahkan suatu persoalan matematika. Di Australia, kemampuan guru sangat bisa diandalkan. Tempat untuk belajar sudah sangat layak karena fasilitas yang ada sudah memadai. Ruang kelas yang disediakan cukup luas dan juga disediakan buah-buahan untuk siswa. Hal tersebut dimaksudkan agar siswa tidak kekurangan gizi dan tetap segar dalam mengikuti proses pembelajaran. Pendidikan karakter dan tata tertib saat diskusi sangat ditekankan dalam pembelajaran. Pada saat diskusi, siswa selalu diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapatnya masing-masing namun harus tetap menghargai pendapat siswa yang lain. Setuju ataupun tidak setuju adalah dengan pendapatnya, bukan dengan orangnya. Jadi, siswa harus sportif dalam berdiskusi. Fasilitas lainnya yaitu perpustakaan. Perpustakaan yang ada di Sekolah Dasar di Australia sangat mendukung untuk menunjang proses pembelajaran siswa. Buku-buku yang tertata rapi dan keadaan ruangan yang bersih membuat siswa nyaman apabila berada di tempat tersebut. Sistem peminjaman dan pengembalian buku juga sudah menggunakan sistem komputer. Selain pepustakaan, terdapat juga laboratorium komputer yang digunakan untuk membuat portofolio. Portofolio dibuat oleh guru dan berisi tentang catatan aktifitas siswa. Guru dalam menjalankan tugas dimanapun, kapanpun, dalam kegiatan sadar maupun tidak sadar selalu berkaitan dengan 2 hal yaitu accountability dipercaya dan sustainability terus. Guru dapat dilihat seberapa tingkat accountability dari sisi akademiknya. Guru yang memiliki tingkat accountability tinggi selalu ingin dipercaya orang lain bahwa ia adalah guru matematika yang professional dan bisa diandalkan. Pengembangan profesional guru sepenuhnya ada di tangan guru sehingga keprofesionalan guru yang berkenaan dengan tugas, hak, dan kewajiban harus dipahami oleh masing-masing guru. Untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja guru, upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan kegiatan Lesson Study. Lesson study merupakan suatu strategi pembinaan profesi guru yang berkenaan langsung dengan permasalahan dalam praktik pembelajaran di kelas. Lesson Study membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi pembelajarannya. Kegiatan Lesson Study bukan lagi kegiatan yang terprogram tetapi sudah menjadi kebiasaan dan merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh MGMP. Siswa di Jepang sudah terbiasa diobservasi sehingga siswa tidak merasa terganggu selama pelaksanaan observasi. Selama observasi, observer melakukan pengamatan secara teliti menggunakan lembar pengamatan yang telah disiapkan sebelumnya. Aspek-aspek yang diamati misalnya interaksi antar siswa, interaksi siswa dengan bahan ajar, interaksi siswa dengan guru, interaksi siswa dengan lingkungan, motivasi belajar siswa, perhatian siswa, konsentrasi siswa, dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Setelah observasi selesai, semua observer diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai kelebihan dan kekurangan guru dalam mengajar. Pendapat yang disampaikan harus sesuai dengan hasil pada saat observasi. Sore harinya, diadakan seminar yang menguraikan teori yang didapat pada saat Lesson Study. Seminar tersebut menguraikan bagaimana seharusnya guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Dengan adanya masukan-masukan tersebut, maka kegiatan pembelajaran berikutnya dapat berjalan lebih baik daripada sebelumnya. Standar Penilaian Pembelajaran di Australia Masalah yang terdapat dalam sistem ujian dan kenaikan kelas antara lain adalah mendapatkan keseimbangan antara ujian internal sekolah dan kesulitan belajar-mengajar yang mungkin muncul dalam kenaikan kelas otomatis berdasarkan usia. Sistem lain yang digunakan oleh sekolah-sekolah di Australia untuk mengevaluasi sekolah adalah dengan cara membandingkan data dari ujian National Assement Program Literacy and Numeracy NAPLAN yang dilakukan oleh seluruh sekolah di Australia setiap tahunnya. Hasil dari ujian tersebut diumumkan dalam website NAPLAN yang nantinya dapat dilihat oleh orang tua murid dan pokok eksternal lainnya. Pemerintahan dari setiap state juga dapat mengacu pada data NAPLAN yang nantinya alokasi dana akan diberikan pada sekolah-sekolah yang membutuhkan. Metode evaluasi NAPLAN baru dicanangkan pada tahun 2008 dan seluruh data NAPLAN akan diimplementasikan ditahun 2010. Perbandingan Kurikulum di Australia dengan di Indonesia Jenjang pendidikan menengah di Indonesia berlangsung selama 3 tiga tahun. Jalur pendidikan menengah di Indonesia terbagi atas dua jenis pendidikan, yaitu pendidikan umum dan pendidikan kejuruan. Pendidikan umum adalah pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi perguuan tinggi. Sekolah Menengah Atas SMA dan Madrasah Aliyah MA merupakan jenis pendidikan umum pada jenjang pendidikan menengah. SMA merupakan kelanjutan dari SMP dan MA merupakan kelanjutan dari MTs. Pada pendidikan umum setaraf SMA dan MA, pembagian penjuruan dilakukan pada tahun kedua, yaitu pada kenaikan kelas 11. Pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Sekolah Menengah Kejuruan SMK dan Madrasah Aliyah Kejuruan MAK merupakan jenis pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah. SMA merupakan kelanjutan dari SMP dan MA merupakan kelanjutan dari MTs. Berdasarkan penjelasan mengenai jenjang pendidikan menengah di Australia dan Indonesia terdapat beberapa pebedaan, yaitu Bidang Australia Indonesia Lama Pendidikan 6 tahun / 5 tahun 3 tahun Jalur Pendidikan Junior Secondary school 4 tahun / 3 tahun Senior High School 2 tahun SMA/SMK/MA/MAK 3 tahun Jalur pendidikan yang bersifat keagamaan Milik swasta Milik Pemerintah / swasta Penjurusan untuk pendidikan umum Tidak ada Ada tahun kedua Jenis pendidikan yang bersifat kejuruan 2 tahun + pendidikan 2 tahun 3 tahun Wajib belajar Pendidikan dasar + Junior Secondary School Pendidikan dasar BAB III PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan bahwa terdapat berbagai perbedaan yang mencolok antara pendidikan di Australia dan Indonesia. Beberapa perbedaan tersebut meliputi Sistem pendidikan yang berbeda, dimana wajib belajar di Australia adalah 10 tahun primary dan secondari school sementara di Indonesia adalah 9 tahun SD dan SMP.Tes nasional yang dilakukan oleh pemerintah Australia adalah NAPLAN National Assessment Program-Literacy and Numeracy, yang dilakukan sebagai persiapan menuju year 10. Sementara di Indonesia, tes nasional yang dilakukan adalah UNAS, yaitu setelah menyelesaikan jenjang SD, SMP, dan guru di Australia sama dengan di Indonesia, yaitu S1 4 tahun hanya saja terdapat program khusus bagi calon guru yang sudah menamatkan S1 di luar jurusan kependidikan untuk bisa menjadi seorang guru. Di Indonesia, pernah diadakan program Akta IV, namun sudah tidak berlaku lagi. Orang yang ingin menjadi guru harus mengikuti sekolah guru atau mengambil master di bidang negara bagian di Australia memiliki cara tersendiri untuk meningkatkan profesionalitasan guru di Australia disebut dengan The Australian Teacher Education Assosiation ATEA, sementara di Indonesia disebut PGRI Persatuan Guru Republik Indonesia.Beberapa permasalahan pendidikan di Australia meliputi 1 kesenjangan antara sekolah privat dan publik 2 keterbatasan teknologi dan informasi untuk anak sosio-ekonimi rendah 3 staff pengajar yang tidak mendapatkan insentif sesuai porsi kerja 4 lima puluh persen siswa sosio-ekonomi rendah mengabaikan study mereka untuk adanya pendidikan agama di Demikian lah makalah ini kami sampaikan tentang Kurikulum Australia. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Apabila ada kekurangan dari materi yang saya tulis didalam makalah ini saya meminta saran dan kritik yang sangat kami butuhkan agar dimasa mendatang makalah ini dapat lebih sempurna. Dan semoga bermanfaat bagi kita semua. DAFTAR PUSTAKA 2014, januari 27. Retrieved februari 9, 2018, from sistem pendidikan di australia 2016, november 16. Retrieved februari 9, 2018, from makalah kurikulum australia MAKALAH WAWASAN PENDIDIKAN SISTEM PENDIDIKAN DI AUSTRALIA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan tersebut, salah satu bidang studi yang harus dipelajari oleh peserta didik di madrasah adalah pendidikan agama Islam, yang dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Namun, dalam perkembangan zaman saat ini pendidikan khususnya pendidikan agama Islam tidak hanya berpatok pada pendidikan yang ada dalam negeri namun diperlukan wawasan yang lebih luas menelaah kepada pendidikan yang ada di luar negri baik yang berasaskan agama islam maupun tidak agar tidak mengakibatkan pendidikan agama Islam tertinggal dan tidak mampu mengikuti perkembangan zaman yang ada. Salah satu negara yang perlu kita telik lebih lanjut yakni perkembangan pendidikan yang ada di benua Australia yaitu Australia itu sendiri yang mempunyai beberapa negara bagian diantaranya Victoria yang ber-Ibu kota-kan Melbourne, mengingat perkembangan pendidikan yang ada di sana berkembang sangat pesat maka perlu bagi kita sebagai seorang yang bergelut dalam pendidikan untuk memahami sistem pendidkan yang ada disana. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas tentang “Sistem, Manajemen dan Pola-Pola Pendidikan di Australia“. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana sistem dan pola pendidikan di Australia? 2. Bagaimana manajemen pendidikan di Australia ? C. Tujuan Makalah ini membahas tentang “Sistem, Manajemen dan Pola-Pola Pendidikan di Australia”. Makalah ini juga dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang sistem dan pola-pola pendidikan, serta manajemen pendidikan di Australia. BAB I PENDAHULUAN A. Sistem dan Pola Pendidikan di Australia Sekilas tentang Benua Australia, secara astronomis terletak pada posisi 10°41’LS – 43°39’LS dan 113°BT – 153°39’BT. Akibat dari letak astronomis ini, Australia dibagi menjadi tiga bagian daerah waktu, yaitu Waktu Australia bagian barat, Waktu Australia bagian tengah, dan Waktu Australia bagian timur . Gambar Benua Australia Australia memiliki enam negara bagian dan dua teritorial di daratan utama. Mereka adalah New South Wales NSW, Queensland QLD, Australia Selatan SA, Tasmania TAS, Victoria VIC, Australia Barat WA, Teritorial Utara NT dan Teritorial Ibu Kota Australia ACT . Melbourne sendiri adalah ibu kota negara bagian Victoria di Australia. Melbourne merupakan kota terpenting kedua dari segi bisnis dan kedua terbesar di Australia serta kota terbesar di Victoria. Sampai pada bulan Juni, 2011, Melbourne memiliki populasi 4,1 juta jiwa. Penduduk Melbourne biasanya disebut sebagai Melburnian’. Melbourne mempunyai sebuah motto yang berbunyi “Vires acquirit eundo” yang berarti “Kita bertambah kuat sejalan dengan kemajuan kita. Sampai tahun 2012, Melbourne sudah empat kali mendapatkan predikat “The World’s Most Liveable Cities” kota paling nyaman untuk ditinggali, yaitu pada 2002, 2004, 2011 dan 2012 . Pendidikan di Australia merupakan tanggung jawab negara bagian dan teritori. Setiap negara bagian atau wilayah pemerintah menyediakan dana dan mengatur sekolah negeri dan swasta dalam area otonominya, pemerintah federal membiayai universitas, namun mereka menetapkan kurikulum mereka sendiri. Secara umum, pendidikan di Australia mengikuti model tiga-lapis yang meliputi Pendidikan dasar primary schools, pendidikan menengah secondary schools/high schools, dan pendidikan tinggi universities dan atau tafe colleges . Pada kegiatan belajar mengajar di Autralia bahasa pengantar resmi yang di gunakan adalah bahasa inggris, namun pada beberapa sekolah menawarkan bahasa ektra misalnya bahasa mandarin, vietnam, Indonesia dan Jerman. 1. Tujuan pendidikan Tujuan umum berbagai sektor pendidikan Australia digariskan dalam undang-undang yang membentuk departemen pendidikan negara bagian, universitas, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Tujuan umum ini biasanya dilengkapi dengan tujuan-tujuan yang lebih oleh badan-badan yang relevan. Tujuan pendidikan ini mengisyaratkan perlunya pengembangan antara pelayanan kebutuhan individu dan kebutuhan masyarakat melalui sistem pendidikan. Pada level sekolah, tekanan adalah pada pengembangan potensi murid sebaik mungkin. Pada tingkat pendidikan tinggi, tekanan yang lebih besar diarahkan pada pencapaian kebutuhan pendidikan untuk kepentingan ekonomi serta masyarakat secara umum. Untuk mencapai tujuan umum ini, berbagai sektor pendidikan tinggi harus mempunyai fokus program yang berbeda-beda. Misalnya, universitas lebih mengutamakan pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan sektor pendidikan teknik dan pendidikan lanjutan lainnya lebih memusatkan perhatian pada pendidikan kejuruan. Pada dasarnya pemerintah federal Australia tidak campur tangan langsung tentang tujuan pendidikan kecuali hanya melalui tujuan umum yang dinyatakan dalam undang-undang, tetapi pemerintah federal menyediakan hampir seluruh dana pendidikan, dan memberikan arah pendidikan. 2. Struktur dan jenis pendidikan a. Primary School Pendidikan Dasar Jenjang pendidikan sebelum sekolah dasar di Indonesia dan Australia Barat sama-sama dikenal dengan pendidikan prasekolah Kindergarten. Pendidikan prasekolah TK di Indonesia kebanyakan merupakan lembaga yang berdiri sendiri dengan gedung yang terpisah dari gedung sekolah dasar. Sedang Kindergarten di Australia kebanyakan menyatu dalam satu kompleks dengan Primary School, meski lokasinya agak terpisah sedikit dari sekolah dasar tersebut. Kelulusan taman kanak-kanak tidak menjadi persyaratan untuk masuk Sekolah Dasar. Meskipun kindergaten tidak menjadi persyaratan untuk masuk sekolah dasar, namun kebanyakan siswa sekolah dasar di Australia kebanyakan merupakan tamatan taman kanak-kanak. Waktu yang diperlukan untuk menyelesikan pendidikan dasar adalah 6–7 tahun. Pada umumnya siswa memasuki pendidikan dasar pada umur 6 atau 7 tahun. Berbeda dengan di Indonesia dimana siswa diharuskan menempuh ulangan-ulangan dan ulangan umum untuk dapat naik ke kelas berikutnya, siswa di sekolah dasar di Australia tidak mengenal ulangan. Mereka secara otomatis naik ke kelas berikutnya sejalan dengan pergantian tahun. Tahun pertama di sekolah dasar Australia disebut Year 1 dan seterusnya hingga Year 6. Ada Negara Bagian Australia yang menetapkan lama pendidikan dasar adalah 6 tahun New South Wales NSW, Victoria VIC, Tasmania TAS, dan Australian Capital Territory ACT. Tetapi ada juga yang menetapkan lama pendidikan dasarnya adalah 7 tahun South Australia SA, Northern Territory NT, Queensland Qld, dan Western Australia WA Magabook 2000. b. Pendidikan Menengah secondary schools/high schools Pendidikan menengah atau dikenal sebagai secondary schools di Australia memerlukan waktu antara 5 sampai 6 tahun. Tahun pertama di pendidikan menengah disebut Year 7 dan seterusnya hingga Year 11. Jenjang pendidikan menengah berakhir pada Year 11. Untuk negara bagian yang menerapkan pendidikan dasarnya selama 7 tahun, maka pendidikan menengahnya memerlukan waktu selama 5 tahun saja yaitu di negara bagian SA, NT, Qld, dan WA. c. Pendidikan Tinggi universities dan atau TAFE Colleges Setelah tahun ke 11 ini, siswa dapat memilih ke arah mana jenjang pendidikan yang ia ingin tempuh. Jika seorang siswa berminat dalam bidang-bidang ilmu yang aplikatif, maka ia dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang khusus disiapkan untuk itu. Lembaga pendidikan ini dikenal sebagai Vocational Education and Training VET atau Colleges for Technical and Further Education TAFE. Lulusan dari TAFE pada umumnya akan menjadi tenaga teknisi. Jika siswa tersebut berminat ke bidang-bidang ilmu yang lebih bersifat teoritis. Maka ia akan memasuki perguruan tinggi universitas. Untuk dapat memasuki universitas, seorang siswa Australia harus menempuh Year 12 yang dikenal juga sebagai Matriculation Year. Dalam tahun terakhir dari pendidikan menengah ini, para siswa digembleng dengan intensif agar dapat lulus ujian negara dengan nilai yang memuaskan. Makin tinggi nilai yang diperoleh, makin mudah siswa tersebut memilih perguruan tinggi yang ia sukai. Seperti halnya di berbagai negara, paspor untuk dapat diterima di universitas favorit adalah nilai ujian Matriculation yang setinggi mungkin. Akan tetapi tidak semua yang mempunyai nilai baik dalam Matriculation Year dapat diterima langsung di perguruan tinggi yang diinginkannya. Hal ini disebabkan oleh karena keterbatasan tempat di perguruan tinggi bersangkutan untuk bidang-bidang ilmu tertentu. Bagi siswa yang mengalami kejadian ini, mereka tidak perlu berkecil hati karena dapat memasuki perguruan tinggi dengan menempuh VET atau TAFE terlebih dahulu. Pada umumnya, perguruan tinggi akan menerima lulusan VET atau TAFE yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Nilai kredit yang telah diperoleh dari VET atau TAFE akan diperhitungkan dalam menentukan jenjang yang akan dimasukinya. Pendidikan tinggi universitas di Australia dapat di bagi menjadi dua jenjang, yakni jenjang sarjana dikenal sebagai undergraduate level dan jenjang pascasarjana dikenal sebagai postgraduate level untuk memperoleh gelar Masters atau PhD. Jenjang sarjana dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan memperoleh gelar Bachelor, yakni Bachelor of Arts BA atau Bachelor of Science Bsc tergantung pada bidang ilmu yang ditempuh oleh Mahasiswa/i tersebut. B. Manajemen Pendidikan Australia 1. Otorita Berdasarkan Konstitusi Australia, pendidikan adalah tanggung jawab negara bagian, di setiap negara bagian, seorang Menteri Pendidikan dengan sebuah departemen pendidikan melaksanakan pendidikan dasar dan menengah, dan adakalanya juga pendidikan prasekolah pada daerah itu. Departemen pendidikan merekrut dan mengangkat guru-guru, dan hampir semua staf/karyawan, menyediakan gedung-gedung, peralatan serta perlengkapan lainnya, dan menyediakan anggaran bagi sekolah-sekolah pemerintah. 2. Pendanaan Pemerintah Australia menyediakan dana yang sangat besar untuk lembaga-lembaga pendidikan tinggi. Untuk mendapatkan bantuan dana, lembaga-lembaga harus mencapai tingkat kualitas dan persyaratan pertanggungjawaban yang ditetapkan dalam Higher Education Support Act 2003 Undang-Undang Dukungan Pendidikan Tinggi tahun 2003. Undang-Undang mensyaratkan bahwa sebuah institusi yang menerima dana dari Pemerintah Australia harus beroperasi pada tingkat kualitas yang sesuai, harus tunduk kepada satu otoritas akreditasi yang diberi wewenang yang terdaftar dalam daftar register Kerangka Kualifikasi Australia dan harus diaudit oleh suatu badan penjamin kualitas independen. Pemerintah Australia juga mengawasi pemberian layanan pendidikan dan pelatihan bagi siswa internasional di Australia melalui Education Services for Overseas Students ESOS Act Undang-Undang Layanan Pendidikan untuk mahasiswa Luar Negeri dan perundang-undangan yang terkait. Tujuan dari ketetapan itu adalah untuk melindungi kepentingansiswa internasional yang datang ke Australia dengan visa pelajar, dengan menyediakanjaminan kuliah dan keuangan dan dengan memastikan pendekatan yang konsisten dtingkat nasional bagi penyelenggara pendidikan yang teregistrasi. 3. Personalia Sejak tahun 1981, 92,000 orang guru purna waktu bertugas pada sekolah-sekolah pendidikan dasar 86,000 orang di sekolah menengah yang menjadikan rasio murid-guru 20,3 pada pendidikan dasar dan 12,9 pada pendidikan menengah. Pada seluruh sistem sekolah, rasio murid-guru tahun 1981 adalah 16,8, suatu kemajuan yang luar biasa dibandingkan dengan rasio pada tahun 1970 yaitu 23,2. Jumlah staf profesional serta staf pembantu lainnya juga naik. Dalam tahun 1990, jumlah guru pendidikan dasar naik menjadi 99,000 orang, dan guru sekolah menengah naik menjadi 103,000 orang. Hampir semua guru prasekolah dan pendidikan dasar serta kebanyakan guru-guru sekolah menengah dididik pada CAE; sejumlah guru-guru sekolah menengah, dan beberapa orang guru pendidikan dasar mendapat pendidikan di universitas. Sebagian guru-guru swasta mendapat pendidikan pada sekolah-sekolah pendidikan guru yang dikelola oleh badan- badan keagamaan. Lamanya pendidikan bagi guru-guru prasekolah dan pendidikan dasar biasanya empat tahun. Semua sistem sekolah memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dalam jabatan inservice education, termasuk peningkatan kualifikasi atau ijazah dengan menyelesaikan kuliah-kuliah yang disetujui terlebih dahulu. 4. Kurikulum Pusat Pengembangan Kurikulum Curriculum Development Centre, CDC dibentuk oleh pemerintah Commonwealth dalam tahun 1975 untuk membantu mengkoordinasi dan mendiseminasikannya, serta menyiapkan materi kurikulum. Buku-buku pelajaran dan ujian disiapkan oleh berbagai badan termasuk seksi kurikulum, departemen pendidikan, Dewan Penelitian Pendidikan Australia ACER, Pusat Pengembangan Kurikulum CDC, penerbit buku-buku akademik yang komersial, dan asosiasi guru-guru bidang studi. Namun Suatu kecenderungan pada semua sistem sekolah negeri semenjak awal 1970-an adalah pendelegasian tanggung jawab kurikulum kepada sekolah-sekolah. Tetapi kecepatannya sangat bervariasi. Pada beberapa negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pada negara bagian yang lain, pejabat-pejabat yang relevan di pusat menyusun tujuan umum dan sekolah menjabarkannya ke dalam bentuk kurikulum yang rinci tetapi tetap berada dalam kerangka tujuan umum yang telah ditetapkan. Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir; detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian eksternal. Pada kedua territories , the Australian Capital Territory ACT dan the Northern Territory, sekolah relatif memiliki otonomi yang lebih luas dan dapat mengembangkan kurikulumnya atas dasar tujuan umum yang ditentukan di tingkat sekolah. 5. Ujian, dan kenaikan kelas Selama bertahun-tahun sistem pendidikan Australia menggunakan sistem penilaian eksternal yang ekstensif untuk menentukan kualifikasi siswa dan pemberian sertifikat atau diploma. Namun Sesudah Perang Dunia II hampir semua ujian eksternal ini dihapuskan, dan pada pendidikan dasar dan menengah, yang paling banyak dilakukan ialah kenaikan kelas siswa atas dasar usia. Hampir pada semua sistem, sekolah punya tanggung jawab melakukan ujian untuk setiap level setiap tahun kecuali pada tingkat akhir pendidikan menengah di saat ujian eksternal dilaksanakan. Pada hampir seluruh sistem sekolah, sertifikat pertama yang diterima siswa adalah pada akhir tahun pendidikan ke-10 berdasarkan penilaian internal sekolah. Pemberian sertifikat yang lebih tinggi diberikan pada tahun pendidikan ke-12, pada umumnya berdasarkan ujian eksternal. Pada ACT dan negara bagian Queensland, ujian internal sekolah yang sudah terakreditasi adalah sebagai pengganti ujian eksternal pada tahun pendidikan ke-12 Untuk masuk ke universitas dan CAE pada umumnya diperlukan kualitas performansi tertentu pada tahun pendidikan ke-12, walaupun kebanyakan institusi memberikan kriteria tersendiri bagi orang-orang dewasa yang-kebetulan tidak memenuhi persyaratan formal. Masuk ke TAFE dimungkinkan setelah menamatkan pendidikan 10 tahun dengan hasil yang memuaskan. Masalah yang terdapat dalam sistem ujian dan kenaikan kelas antara lain adalah mendapatkan keseimbangan antara ujian internal sekolah dan kesulitan belajar-mengajar yang mungkin muncul dalam kenaikan kelas otomatis berdasarkan usia 6. Penelitian pendidikan Penelitian pendidikan berkembang cukup pesat antara tahun 1960 dan 1980 karena berbagai faktor. Pertama, jumlah lembaga pendidikan tinggi dan staf akademiknya meningkat cukup besar, terutama pada bidang pendidikan guru. Sebagai contoh, pada tahun 1960, jumlah staf akademik di universitas hanya 70 orang, tetapi pada tahun 1980 jumlah itu meningkat 10 kali lipat. Kedua, terbentuknya asosiasi peneliti profesional, dan Asosiasi Penelitian Pendidikan Australia Australian Association for Research in Education, AARE pada tahun 1970 yang memberikan stimulasi atas kegiatan penelitian. Ketiga, terus meningkatnya bantuan dana dari pemerintah untuk penelitian. Oleh karena hampir semua penelitian pendidikan dilakukan oleh staf akademik dan mahasiswa pascasarjana pendidikan tinggi, maka banyak kegiatan penelitian itu mengikuti cara dan interes pribadi peneliti, dan oleh karena itu sulit untuk dikategorisasikan. Badan penelitian dan Pengembangan Pendidikan Education Research and Development Committee, ERDC berusaha mengkoordinasikan penelitian dengan pengidentifikasian bidang prioritas yang akan didukung dananya oleh pemerintah. Proyek-proyek penelitian yang mendapat naungan ERDC adalah induksi bagi guru-guru, multikulturalisme, pendidikan bagi siswa-siswi cacat fisik, penilaian atau ujian berbasis sekolah, kelas dan sekolah di arena terbuka, antar pendidikan transisi. BAB I PENDAHULUAN A. Kesimpulan Australia memiliki enam negara bagian dan dua teritorial di daratan utama yaitu New South Wales, Queensland, Australia Selatan, Tasmania, Victoria, Australia Barat, Teritorial Utara, dan Teritorial Ibu Kota Australia. Adapun Melbourne sendiri adalah merupakan Ibukota Negara bagian Victoria. Secara umum, pendidikan di Australia mengikuti model tiga lapis yang meliputi; pendidikan dasar primary schools, pendidikan menengah secondary school, dan selanjutnya ke jenjang pendidikan tinggi universities dan atau TAFE Colleges. Dari segi manajemen pendidikan di Australia memiliki sistem sebagai berikut 1. Otorita 2. Pendanaan 3. Personalia 4. Kurikulum 5. Ujian dan kenaikan kelas 6. Penelitian. B. Rekomendasi Penulis merekomendasikan kepada pembaca supaya tidak menggunakan makalah ini sebagai acuan yang mutlak, karena makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu penulis merekomendasikan kepada semua pembaca makalah ini untuk mencari sumber – sumber lain untuk menyempurnakan makalah ini. DAFTAR PUSTAKA Negara Australia online, Di akses pada tanggal 10 Nopember 2014. WIKIPEDIA ENSIKLOPEDIA BEBAS. Australia online, Diakses pada tanggal 11 Nopember 2014. WIKIPEDIA ENSIKLOPEDIA BEBAS. Melbourne online, Diakses pada tanggal 11 Nopember 2014. Google online, Diakses pada tanggal 27 Oktober 2014. Perbandingan Sistem Pendidikan di Beberapa Negara Saudi Arabia, Germany, Finlandia, Amerika Serikat, Australia dan Sudan online, Diakses pada tanggal 28 Oktober 2014. Australia menawarkan beragam pilihan studi untuk para pelajar internasional, dengan lebih dari institusi dan jurusan untuk dipilih. Lembaga akademik di Australia mendapatkan ulasan baik dalam hal-hal seperti kepuasaan pelajar, kelayakan kerja, serta kualitas hidup dan suasana komunitas pelajar, dengan Melbourne dan Sydney menduduki posisi lima teratas di daftar kota terbaik untuk para pelajar. Kedua kota ini adalah rumah bagi beragam institusi akademik terkemuka seperti The University of Melbourne, The University of Sydney, University of New South Wales, Monash University, Macquarie University, RMIT University, dan masih banyak lagi. Universitas adalah institusi pendidikan tertinggi di Australia, dan negara ini secara keseluruhan memiliki 39 universitas 37 universitas negeri yang didanai pemerintah, dan 2 universitas swasta. Para mahasiswa universitas dapat menempuh pendidikan dalam-kampus untuk meraih gelar sarjana bachelor atau mengambil jurusan pascasarjana postgraduate. Jurusan pascasarjana menyediakan gelar sertifikat, diploma pascasarjana, serta program magister dan doktoral. Untuk jenjang pendidikan selepas SMA dan di bawah level universitas tersedia dua jalur pendidikan vokasi serta college. Pendidikan vokasional, berkonsentrasi pada keterampilan praktis dan pelatihan industri siap kerja. Pendidikan vokasi ini dapat ditempuh pada institusi pendidikan negeri yang didanai pemerintah Australia seperti institusi TAFE Technical and Further Education, maupun pada institusi swasta. Kemudian yang kedua, ialah college yang menawarkan sistem kredit yang bisa diteruskan saat melanjutkan studi ke universitas. Sistem kualifikasi Sistem pendidikan Australia berbeda dengan kebanyakan negara lainnya dengan adanya Australian Qualifications Framework AQF. Didirikan pada tahun 1995, AQF adalah kebijakan nasional yang melingkupi kualifikasi dari pendidikan tinggi, pendidikan vokasional, dan pelatihan, sebagai tambahan untuk sertifikat lulus sekolah, yang dinamakan Senior Secondary Certificate of Education. Biaya dan beasiswa Australia adalah tempat yang ideal untuk menikmati pendidikan kelas dunia dan kualitas hidup yang luar biasa, namun ada beberapa biaya yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda memilih negara ini sebagai tujuan studi di luar negeri. Australia mendapatkan ulasan baik dalam hal keterjangkauan, dengan biaya hidup seperti biaya sewa akomodasi pribadi dan biaya sekolah setara dengan Amerika Serikat dan Inggris. Anda juga dapat memperoleh uang saku dengan cara bekerja paruh-waktu. Pemerintah Australia merekomendasikan anggaran sebesar AUD$19,830 per tahunnya untuk biaya hidup seorang mahasiswa. Biaya akomodasi merupakan faktor terbesar dalam anggaran biaya hidup tersebut; anggaran lainnya harus dibuat untuk rekreasi, keadaan darurat dan biaya kesehatan lainnya yang tidak ditanggung oleh Overseas Student Health Cover. Variasi dalam nilai tukar valuta asing mungkin dapat mempengaruhi pembuatan anggaran. Mengetahui biaya hidup rata-rata di Australia merupakan bagian penting untuk mempersiapkan keuangan Anda. Sumber International Education Specialists Sistem Pendidikan Di Australia- Australia adalah sebuah Negara industri yang demokratis dan sistem pendidikannya banyak kesamaannya dengan sistem pendidikan Negara-negara lain. Dilihat dari hukum ketatanegaraan, Australia adalah Negara federal. Undang-undang dasar Australia tahun 1901 yang melahirkan bentuk federasi ini memberikan kekuasaan kepada pemerintah commonwealth untuk melakukan sesuatu pada daerah-daerah tertentu, tetapi Negara bagian tetap mempunyai kekuasaan dalam berbagai bidang penting, termasuk adalah Negara kaya. Cukup lama Australia mengalami pertumbuhan ekonomi yang stabil, pengangguran yang rendah, dan inflasi yang kecil. Bagaimana sistem pendidikan di Australia? Akan penulis bahas pada artikel berikut iniSistem Pendidikan Di Australia Tujuan Pendidikan AustraliaTujuan umum berbagai sektor pendidikan Australia digariskan dalam undang-undang yang membentuk departemen pendidikan Negara bagian, universitas, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Tujuan umum ini biasanya dilengkapi dengan tujuan-tujuan yang lebih rinci oleh badan-badan yang relevan. Tujuan pendidikan ini mengisyaratkan perlunya keseimbangan antara pelayanan kebutuhan individu dan kebutuhan masyarakat melalui sistem pendidikan. Pada level sekolah, tekanan adalah pada pengembangan potensi murid sebaik mungkin. Pada tingkat pendidikan tinggi, tekanan yang lebih besar diarahkan pada pencapaian kebutuhan pendidikan untuk kepentingan ekonomi serta masyarakat secara umum. Untuk mencapai tujuan umum ini, berbagai sektor pendidikan tinggi harus mempunyai fokus program yang berbeda-beda. Misalnya, universitas lebih mengutamakan pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan sektor pendidikan teknik dan pendidikan lanjutan lainnya lebih memusatkan perhatian pada pendidikan dasarnya, pemerintah federal Australia tidak campur tangan langsung tentang tujuan pendidikan kecuali hanya melalui tujuan umum yang dinyatakan dalam undang-undang. Tetapi pemerintah federal menyediakan hampir seluruh dana pendidikan, dan memberikan arah Juga Profil SMKN I Muara Bungo Struktur Dan Jenis Pendidikan Di AustraliaPendidikan pra sekolah lebih bervariasi pada pengadministrasian, baik pendanaan maupun kurikulumnya, dibandingkan dengan sektor pendidikan lainnya karena pendidikan prasekolah banyak dikelola oleh badan-badan swasta, dan keterlibatan pemerintah juga berbeda-beda terhadap lembaga dasar di Australia wajib dari anak berusia enam tahun sampai 12 atau 13 tahun. Sedangkan pendidikan menengah berlangsung selama lima atau enam tahun tergantung pada berapa lama masa belajar di sekolah tinggi terdiri dari sekolah tinggi TAFE Technical And Further Education akademi-akademi dan program-program lanjutan, yang diberi label CAE Colleges Of Advanced Education, serta universitas. Sekolah tinggi TAFE merupakan lembaga yang paling banyak diminati memiliki 19 buah universitas, yang tertua didirikan pada tahun 1850, dan yang paling akhir pada tahun 1977. Lembaga universitas bervariasi besarnya, tetapi semuanya menyelenggarakan program strata satu S-1 dan program pemerintah untuk memperluas akses ke pendidikan tinggi antara lain penghapusan uang kuliah, peningkatan fasilitas bagi program-program paruh waktu dan pendidikan eksternal. Masuk perguruan tinggi di Australia pada umumnya didasarkan atas hasil pencapaian akademik di tingkat pendidikan menengah, atau berdasarkan hasil ujian masuk yang dilalui dengan kompetisi yang sangat berat, lebih-lebih untuk memasuki universitas yang berkualitas dan berprestise. Di samping mahasiswa dalam negeri, jumlah mahasiswa asing juga menunjukkan kenaikan yang cukup besar, baik yang memasuki sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Mahasiswa asing ini sebagian terdaftar sebagai penerima beasiswa Pendidikan Australia1. OtoritaBerdasarkan konstitusi Australia, pendidikan adalah tanggung jawab Negara bagian. Pada setiap Negara bagian, seorang menteri pendidikan dengan sebuah departemen pendidikan melaksanakan pendidikan dasar dan menengah, dan adakalanya juga pendidikan pendidikan merekrut dan mengangkat guru-guru, dan hampir semua staf/karyawan, menyediakan gedung-gedung, peralatan serta perlengkapan lainnya, dan menyediakan anggaran bagi sekolah-sekolah pemerintah. Yang menjadi karakteristik perubahan manajemen sekolah semenjak tahun 1970-an ialah pendelegasian wewenang yang semakin besar kepada kantor-kantor pendidikan daerah dan kepada sekolah dalam hal-hal pengadministrasian dan dalam hal-hal tertentu, juga kurikulum sektor pendidikan dasar, tugas departemen pendidikan berbeda-beda antara Negara-negara bagian. Pada beberapa Negara bagian, departemen pendidikan merupakan penyelenggara utama dan koordinator pendidikan dasar, sementara pada Negara bagian lain tugas itu bukan menjadi tugas PendanaanFungsi pemerintah dalam pengadaan pendidikan tercermin pada sumber dan system pendanaan. Misalnya dari pengeluaran A$ juta untuk biaya pendidikan dalam tahun 1980-81, sekitar 94% bersumber dari pemerintah, baik dari commonwealth atau Negara pendidikan secara konstitusional menjadi tanggung jawab pemerintah Negara bagian, tetapi pada prakteknya pendanaan pendidikan itu merupakan tanggung jawab yang bersifat amalgam, yaitu gabungan dari berbagai sumber dana. Negara bagian punya tanggung jawab utama membiayai pendidikan prasekolah, sekolah dasar dan menengah negeri, serta menyediakan bantuan bagi sekolah-sekolah swasta termasuk prasekolah purna waktu tingkat sarjana muda S-1 berhak mendapat bantuan biaya hidup. Kira-kira sepertiga dari mahasiswa menerima bantuan jenis ini. Sedangkan bantuan keuangan bagi siswa pendidikan menengah yang purna waktu diberikan kepada siswa yang berusia di bawah 19 tahun dengan harapan agar mereka mampu menyelesaikan pendidikan sekolah PersonaliaHampir semua guru prasekolah dan pendidikan dasar serta kebanyakan guru-guru sekolah menengah dididik di CAE. Sejumlah guru-guru sekolah menengah, dan beberapa orang guru pendidikan dasar mendapat pendidikan di universitas. Sebagian guru-guru swasta mendapat pendidikan pada sekolah-sekolah pendidikan guru yang dikelola oleh badan-badan keagamaan. Lamanya pendidikan bagi guru-guru prasekolah dan pendidikan dasar biasanya empat tahun. Semua sistem sekolah memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk mendapatkan pendidikan dalam jabatan, termasuk peningkatan kualifikasi atau ijazah dengan menyelesaikan kuliah-kuliah yang disetujui terlebih Kurikulum Dan Metodologi PengajaranSuatu kecendrungan pada semua sistem sekolah negeri semenjak awal 1970-an adalah pendelegasian tanggung jawab kurikulum kepada sekolah-sekolah. Tetapi kecepatannya sangat bervariasi. Pada beberapa Negara bagian, pedoman kurikulum dibuat terpusat tetapi sekolah-sekolah dapat mengadaptasikannya untuk memenuhi tuntutan dan kebutuhan lokal. Pada Negara bagian yang lain, pejabat-pejabat yang relevan di pusat menyusun tujuan umum dan sekolah menjabarkannya ke dalam bentuk kurikulum yang rinci tetapi tetap berada dalam kerangka tujuan umum yang telah ditetapkan. Pengecualian yang agak besar terjadi pada kurikulum sekolah menengah untuk kelas-kelas terakhir, detail kurikulum disusun secara terpusat untuk kepentingan ujian pusat, penyusunan pedoman kurikulum serta objektif kurikulum secara umum biasa menjadi tanggung jawab seksi kurikulum dalam departemen pendidikan. Pedoman kurikulum pada dasarnya disusun oleh komisi-komisi kurikulum yang sudah ada untuk setiap bidang studi. Walaupun sekolah-sekolah swasta memiliki otonomi yang cukup luas dalam hal kurikulum, dalam banyak hal mereka mengikuti kurikulum yang sama yang dipakai di sekolah negeri dalam Negara bagian dan karena terdapat variasi dalam hal tanggung jawab pengembangan kurikulum, maka terdapat pula perbedaan dalam pengimplementasiannya. Dalam hal kurikulum disusun berdasarkan pedoman dan materi pelajaran dari pusat, pejabat-pejabat senior dari pusat secara teratur mengunjungi sekolah-sekolah antara lain untuk memonitor pelaksanaan kurikulum. Pada Negara-negara bagian yang kurikulumnya disusun berdasarkan tujuan umum yang ditetapkan oleh pusat, tugas pejabat yang berkunjung lebih bersifat memberi nasihat atau saran, sementara tugas utama memonitor implementasi kurikulum diserahkan kepada kepala jawab tentang metodologi pengajaran pada prinsipnya terletak pada masing-masing guru dan sekolah. Pada umumnya format pengajaran pada pendidikan dasar ialah seorang guru memegang satu kelas, tetapi ada kecendrungan terjadinya variasi pengelompokan kelas. Sama halnya di sekolah menengah, hampir semua siswa tetap berada dalam kelompok-kelompok umur yang bersamaan, dan mereka diajar oleh guru-guru bidang studi, dan ada pula kecendrungan untuk mengelompokkan siswa tidak berdasarkan kesamaan umur tetapi beda umur, diajar oleh tim guru dan siswa dikelompokkan dalam format-format kurikulum yang krusial dalam sistem pendidikan Australia terletak terutama pada isi kurikulum, yaitu menentukan isi kurikulum yang cocok untuk masyarakat. Hal ini timbul disebabkan oleh perubahan yang terjadi dalam masyarakat Australia dan komposisi penduduk. Lebih sulit memperoleh kesepakatan tentang isi kurikulum saat ini dibandingkan dengan masa sebelumnya karena masyarakat Australia yang semakin pluralistik dan sekaligus multicultural. Tidak diketahui dengan pasti bagaimana bentuk masyarakat Australia di masa tahun 1970, semua departemen pendidikan terlibat dalam peninjauan kembali tujuan, struktur, dan kurikulum. Di antara upaya yang dilakukan adalah menentukan dan mengembangkan kurikulum inti. Di samping itu, pada tingkat pendidikan menengah, banyak sekolah yang menawarkan mata kuliah alternatif di luar mata kuliah yang sudah ada, dengan prioritas pada bidang keahlian kejuruan dan teknologi. Tetapi masih banyak lagi tugas yang harus Ujian, Kenaikan Kelas, Dan SertifikasiSelama bertahun-tahun sistem pendidikan Australia menggunakan system penilaian eksternal yang ekstensif untuk menentukan kualifikasi siswa dan pemberian sertifikat atau diploma. Sesudah perang dunia II hampir semua ujian eksternal ini dihapuskan dan pada pendidikan dasar dan menengah, yang paling banyak dilakukan ialah kenaikan kelas siswa atas dasar usia. Hampir pada semua sistem, sekolah punya tanggung jawab melakukan ujian untuk setiap level setiap tahun kecuali pada tingkat akhir pendidikan menengah di saat ujian eksternal dilaksanakan. Pada hampir seluruh system sekolah, sertifikat pertama yang diterima siswa adalah pada akhir tahun pendidikan ke-10 berdasarkan penilaian internal sekolah. Pemberian sertifikat yang lebih tinggi diberikan pada tahun pendidikan ke-12, pada umumnya berdasarkan ujian eksternal. Pada ACT dan Negara bagian Queensland, ujian internal sekolah yang sudah terakreditasi adalah sebagai pengganti ujian eksternal pada tahun pendidikan yang terdapat dalam sistem ujian dan kenaikan kelas antara lain adalah mendapatkan keseimbangan antara ujian internal sekolah dan kesulitan belajar-mengajar yang mungkin muncul dalam kenaikan kelas otomatis berdasarkan Penelitian PendidikanPenelitian pendidikan berkembang cukup pesat antara tahun 1960 dan 1980 karena berbagai faktor. Pertama, jumlah lembaga pendidikan tinggi dan staf akademiknya meningkat cukup besar, terutama pada bidang pendidikan guru. Sebagai contoh, pada tahun 1960, jumlah staf akademik purna waktu di universitas hanya 70 orang, tetapi pada tahun 1980 jumlah itu meningkat 10 kali lipat. Kedua, terbentuknya asosiasi peneliti professional, dan asosiasi penelitian pendidikan Australia, pada tahun 1970 yang memberikan stimulasi atas kegiatan penelitian. Ketiga, terus meningkatnya bantuan dana dari pemerintah untuk karena hampir semua penelitian pendidikan dilakukan oleh staf akademik dan mahasiswa pascasarjana pendidikan tinggi, maka banyak kegiatan penelitian itu mengikuti selera dan interes pribadi peneliti, dan oleh karena itu sulit untuk dikategorisasikan. Badan penelitian dan pengembangan pendidikan berusaha mengkoordinasikan penelitian dengan pengidentifikasian bidang prioritas yang akan didukung dananya oleh pemerintah. Proyek-proyek penelitian yang mendapat dukungan adalah induksi bagi guru-guru, multikulturalisme, pendidikan bagi siswa-siswa cacat fisik, penilaian atau ujian berbasis sekolah, kelas dan sekolah di arena terbuka, dan pendidikan Isu-isu Pendidikan Di Australia?Periode semenjak tahun 1960 dipandang sebagai perbaikan dalam banyak aspek pendidikan Australia yang sebelumnya banyak mendapat kritikan. Sistem pendidikan Negara bagian sudah kurang sentralistik dan tidak kaku lagi; guru-guru sudah lebih punya kualifikasi; sumber dana meningkat cukup besar; partisipasi masyarakat pada pendidikan sesudah masa wajib belajar naik drastic; dan sekarang lebih terbuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pembuatan keputusan pendidikan secara ikhlas dan sukarela. Tetapi sejumlah masalah penting masih menghadang pendidikan Australia yang kelihatannya belum akan terselesaikan dalam beberapa waktu angka partisipasi pendidikan orang dewasa relative masih rendah, dan ada kerisauan bahwa program-program pendidikan pada tingkat pendidikan menengah tidak memenuhi kebutuhan generasi muda. Keresahan ini semakin terasa dengan tingginya tingkat pengangguran. Usaha-usaha untuk menjawab tantangan ini telah dilakukan antara lain dengan memberikan dukungan yang lebih besar pada program akhir pendidikan menengah yang menawarkan berbagai alternatif sebagai persiapan ke pendidikan tinggi, dan di samping itu, dilakukan peningkatan dana untuk pemagangan dan program TAFE penurunan jumlah siswa pada beberapa sector pendidikan mengancam hak sejumlah lembaga pendidikan, dan kemungkinan diberlakukannya oleh pihak berwenang program rasionalisasi di bidang kepegawaian. Sungguh pun ini umumnya menyangkut pada lembaga CAE yang menyelenggarakan pendidikan guru, tetapi lembaga-lembaga pendidikan lainnya juga akan mengalami nasib serupa dan terancam penutupan dalam beberapa tahun pertumbuhan yang cepat dalam sektor pendidikan semenjak tahun 1950 telah menimbulkan masalah dalam membuat perencanaan dan koordinasi yang efektif. Pada beberapa Negara bagian, keadaan ini telah menyebabkan berkembangnya badan-badan koordinasi serta penstrukturan kembali manajemen departemen pendidikan Negara diperlukan kurikulum yang mampu mengembangkan generasi muda sehingga mereka dapat menciptakan hidup yang efektif dan menyenangkan di masa depan. Kebutuhan ini sejalan pula dengan kebutuhan untuk menyusun struktur dan kebijakan yang memperluas kesempatan belajar kembali bagi anggota masyarakat yang menginginkan kembali ke bangku sekolah atau kembali ke pencarian sumber dana untuk mendukung pengembangan pendidikan pada tingkat menengah dan pendidikan tinggi masih tetap menjadi masalah pemerintah Australia. Sejak awal 1990-an perguruan tinggi Australia telah dibanjiri mahasiswa sehingga kelas-kelas menjadi penuh dan bahkan ada mahasiswa yang berdesak-desak dalam satu ruang kuliah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya kekurangan staf pengajar pada bidang-bidang ilmu yang sangat pokok. Di samping itu, staf akademik memerlukan ilmu dan keterampilan baru agar mampu membantu mahasiswa dalam mengantisipasi berbagai perubahan. Sementara itu, peningkatan imbalan staf akademik pendidikan tinggi kelihatannya juga menjadi masalah dalam tahun-tahun masalah perimbangan penyediaan dana antara pemerintah commonwealth dan Negara bagian biasanya menjadi persoalan politik yang selalu hangat, dan kelihatannya hal ini akan tetap demikian untuk tahun-tahun masalah yang mungkin dihadapi oleh pendidikan Australia di masa datang pada dasarnya terbagi atas dua jenis. Jenis pertama, kesulitan untuk penciutan sistem karena perluasan sistem telah berlangsung lama secara normal. Jenis kedua, kesulitan untuk meningkatkan fleksibilitas dalam sektor pendidikan agar dapat menjawab tantangan secara cepat dan tepat atas perubahan-perubahan keadaan. Tantangan pendidikan Australia adalah mengatasi masalah pertama begitu rupa sehingga tidak menghambat penyelesaian masalah penjelasan mengenai bagaimana manajemen pendidikan di Australia, semoga bermanfaat. Baca Juga Profil SMKN I Batanghari

makalah sistem pendidikan di australia